1. MICHEL PLATINI
Platini dicap sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah ada
Tak
ada pemain yang mampu menyamai peran Michel Platini di Euro 1984.
Bintang Juventus ini mencetak sembilan gol di sepanjang turnamen,
termasuk dua kali hat-trick. Bermain dengan sejumlah pemain
bertalenta seperti Luis Fernandez, Jean Tigana dan Alain Giresse,
Platini diberikan kebebesan mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan
sebagai konsekuensinya, kehadiran Platini menjadi petaka bagi tim lawan.
Dia
mencetak gol penentuk kemenangan di menit ke-119 pada laga semi-final
kontra Portugal yang berakhir dengan skor 3-2, Platini juga memecah
kebuntuan Les Bleus dengan sebuah tendangan bebas di final
kontra Spanyol. Tidak hanya dicap sebagai pengirim umpan terbaik,
Platini juga 'bertanggung jawab' atas performa apik Prancis sepanjang
turnamen Euro 1984.
2. MARCO VAN BASTEN
Tendangan voli vs Uni Soviet menjadi gol terbaik sepanjang sejarah Euro
Simbol
sukses Belanda di Euro 1988 tidak lain adalah Marco van Basten, pemain
yang akhirnya finis dengan status top skor berkat lima golnya
sepanjang ajang tersebut. Hat-trick-nya di babak penyisihan grup sukses
menyingkirkan Inggris, sementara gol di menit ke-88 akhirnya memaksa
favorit juara Jerman Barat angkat koper. Nama Van Basten akan selalu
diingat atas apa yang dia lakukan di final, sebuah tendangan voli dari
sudut yang amat tidak memungkinkan --yang disebut-sebut sebagai gol
terbaik sepanjang sejarah Euro-- untuk memupus impian Uni Soviet dengan
skor 2-0.
Van Basten memang gagal mengulang sukses empat
tahun kemudian, di mana Belanda takluk dari Denmark di semi-final,
dengan legenda AC Milan tersebut gagal mengeksekusi penalti krusial.
Namun, hal tersebut tidak mengurangi status Van Basten sebagai legenda
hidup Euro.
3. FRANZ BECKENBAUER
Der Kaiser merupakan bagian dari tim terbaik sepanjang sejarah Euro
Tim
Jerman Barat, yang menjadi kampiun di Belgia 1972, kerap dicap sebagai
salah satu tim terbaik Eropa yang pernah ada. Pemimpin Die Mannschaft
ketika itu, siapa lagi kalau bukan sang legenda Franz Beckenbauer,
pemain terbaik Jerman sepanjang masa. Dalam catatan karier
sepakbolanya, Beckenbauer memang pernah mengalami nasib buruk di Piala
Dunia 1970, mendapat cedera parah di bagian tulang selangka saat
berhadapan dengan Italia di semi-final.
Namun, setahun
kemudian Beckenbauer mendapat ban kapten Jerman dan mengubur mimpi
buruknya di Piala Eropa 1972. Beckenbauer menjadi inspirator Jerman
Barat yang sukses menggasak Uni Soviet di final. Empat tahun kemudian, Der Kaiser hanya mampu membawa timnya meraih medali perak, setelah kalah dari Cekoslovakia di partai penentu gelar.
4. ZINEDINE ZIDANE
Kontribusi Zidane di Euro tak perlu dipertanyakan
Setelah
tampil cemerlang bersama Bordeaux, banyak yang berharap pada Zinedine
Zidane yang tampil di Euro pertamanya pada 1996. Sayang, eks playmaker Real Madrid ini gagal memenuhi harapan semua orang, karena Prancis akhirnya menyerah di semi-final.
Tapi, Zidane menemukan kekuatannya kembali empat tahun kemudian, dengan memimpin Les Bleus
meraih kemenangan dramatis di final Euro Belanda-Belgia. Dua tahun
sebelumnya di hadapan publik sendiri, Zidane juga memberikan kontribusi
besar membawa Tim Ayam Jantan merebut titel juara dunia.
Di babak penyisihan grup Euro 2000, Prancis keluar sebagai runner-up
Grup D di bawah Belanda, tapi kemudian bintang Juventus ini mencetak
gol tendangan bebas di babak perempat-final kontra Spanyol. Aksi cantik
Zidane berlanjut dengan sebuah 'Golden Goal' yang mengeliminasi
Portugal di semi-final.
Meski Les Bleus gagal di
Euro 2004, Zidane tetap memberikan kontribusi maksimal dengan mencetak
tiga gol, termasuk tendangan bebas spektakuler ke gawang Inggris di
babak penyisihan grup.
5. DRAGAN DZAJIC
Pers Inggris menyebut 'The Magic Dragan'
Mendapat
label sebagai salah satu winger kiri terbaik Eropa, penampilan terbaik
Dragan Dzajic ditunjukkannya di Euro 1968. Di sisa tiga menit waktu
normal pada semi-final antara Yugoslavia kontra Inggris di Florence,
bintang Red Star Belgrade itu mempermalukan sang juara dunia dengan gol
cantik sekaligus membawa negaranya melaju ke final untuk berhadapan
dengan tuan rumah Italia.
Dzajic kembali mencetak gol
pembuka untuk Yugloslavia, tapi gol penyeimbang behasil dicetak Angelo
Domenghini yang memaksa kedua tim memainkan partai ulang dan Italia pun
keluar sebagai juara berkat kemenangan 2-0.
Delapan
tahun kemudian, Dzajic kembali menunjukkan kelasnya di partai
semi-final kontra Jerman Barat di Belgrade. Dzajic membawa Yugoslavia
unggul 2-0 saat laga baru berjalan 30 menit, tapi Jerman mampu
memaksakan perpanjangan waktu hingga akhirnya mengunci kemenangan 4-2.
Dzajic pun kembali gagal mencium trofi sebagai hadiah talenta besar
yang dimilikinya.
6. GUNTER NETZER
Netzer mencetak penalti penentu kemenangan atas Inggris
Ketika
bicara gelandang terbaik sepanjang masa, kita sering melupakan sosok
Gunter Netzer. Padahal, tak rugi mengingat bagaimana pria asal Jerman
ini mempecundangi Inggris di Wembley pada leg pertama perempat-final
Euro 1972. Eks pemain Borussia Monchengladbach ini menjadi insipirator Der Panzer
dengan permainan luar biasa sepanjang laga dan mencetak gol penalti di
menit ke-85 sekaligus membawa Der Panzer mengunci kemenangan 3-1 atas The Three Lions.
Netzer
mampu mempertahankan permainan terbaiknya di semi-final dan final
dengan membekuk Uni Soviet tiga gol tanpa balas di Brussels. Sayang,
sejak saat itu nama Netzer tak lagi bersinar, dia mengaku kalah bersaing
dengan dengan Wolfgang Overath. Toh, nama Netzer tetap ada dalam sejarah sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah tampil di Piala Eropa.
7. DINO ZOFF
Zoff mengangkat trofi Euro 68 setelah hanya tampil di empat laga
Sebelumnya
telah disebutkan Schmeichel sebagai salah satu kiper terbaik dunia,
tapi dia bukan penjaga gawang yang mendapat ranking pertama dalam daftar
GOAL.com kali ini. Gelar tersebut diberikan kepada
Dino Zoff, mantan ikon Juventus dan tentu yang paling terkenal adalah
ketika Zoff mengapteni Italia di Piala Dunia 1982 saat usianya sudah 40
tahun.
Rekor Zoff di ajang Euro juga cukup mengagumkan.
Tampil di tujuh laga diantara dua turnamen besar tersebut, tiga
diantaranya dilalui dengan perpanjangan waktu, kiper yang kini berusia
60 tahun itu hanya kebobolan dua gol.
Zoff mengawali
debut international di leg kedua perempat-final kontra Bulgaria, dia
kemudian memegang peran penting dalam membantu Gli Azzurri
meraih sukses di ajang Euro untuk pertama kali. Zoff menunjukkan
performa terbaik saat Italia mengeliminasi Uni Soviet di babak
semi-final melalui sebuah drama adu penalti yang menegangkan.
Setelahnya, Zoff mempertahankan clean sheet di laga puncak kontra
Yugoslavia sekaligus membawa Gli Azzurri berjaya di rumah sendiri.
8. PAOLO MALDINI
Maldini adalah legenda sebenarnya
Diklaim
sebagai bek kiri terbaik sepanjang sejarah, Paolo Maldini merupakan
contoh nyata dari konsistensi. Hal itu diperkuat dengan kenyataan bek
Italia itu ikut ambil bagian di empat Euro secara beruntun dan masuk
dalam All-Star Teams sebanyak tiga kali.
Maldini
mengawali karier internasionalnya saat masih 19 tahun di babak
penyisihan grup Euro 1988 di Jerman Barat dan langsung mencuri perhatian
saat sukses mengunci pemain terbaik Spanyol kala itu, Michel.
Sayang, Gli Azzurri
harus gagal di kompetisi empat tahun berikutnya, kemudian terhenti di
penyisihan grup Euro 1996 dan nyaris keluar sebagai juara saat Maldini
mengemban ban kapten 12 tahun lalu.
Ya, di Euro 2000 legenda AC Milan ini tampil sebagai wing-back
kiri dan tampil luar biasa ditemani Fabio Cannavaro, Alessandri Nesta
serta kiper Francesco Toldo. Namun, Maldini gagal mengangkat trofi juara
setelah Sylvain Wiltord mencetak gol penyeimbang di masa injury lalu David Trezeguet meluluhlantakkan Gli Azzurri berkat Golden Golnya di partai final.
9. PETER SCHMEICHEL
Legenda Man United tak terkalahkan di Euro '92
Berbekal
postur besar, Peter Schmeichel menjadi sosok menakutkan bagi striker
lawan yang mencoba menjebol gawangnya. Tap, tidak demikian dengan
barisan belakang yang satu garis berada di depannya. Kehadiran
Schmeichel di bawah mistar gawang membuat lini belakang Denmark cukup
tenang andai mereka gagal menghalau pergerakan lawan yang memasuki area
berbahaya.
Eks kiper Manchester United tampil di empat
Euro, tapi aksi paling heroiknya adalah saat Denmark tampil memukau di
Swedia pada 1992 lalu. Sukses Schmeichel menggagalkan penalti Marco van
Basten di semi-final kontra Belanda merupakan momen paling tak
terlupakan. Aksi Schmeichel kemudian berlanjut di partai penentu gelar
juara melawan Jerman dan dinobatkan sebagai kiper terbaik di kala itu.
Selain
dikenal dengan suksesnya melakukan tiga penyelamatan gemilang, satu
yang paling khas dari Schmeichel adalah saat dia menggagalkan sebuah
peluang emas dengan menggunakan satu tangan yang menjadikannya legenda
hidup Denmark.
10. XAVI
Bintang Barca membuka skor untuk La Furia Roja
Sebagai salah satu playmaker
terbaik yang pernah ada, pengalaman pertama Xavi tampil Euro justru
sangat mengecewakan. Jenderal lapangan tengah Barcelona ini tidak
semenit pun dimainkan pelatih saat Spanyol gagal di putaran pertama Euro
2004 di Portugal. Tapi, siapa sangka empat tahun kemudian di Austria
dan Swiss, Xavi menunjukkan kapasitasnya sebagai bintang lapangan hijau.
Menjadi kreator permainan indah yang diperagakan La Furia Roja,
pemain kelahiran Catalan ini berada di top performa sepanjang turnamen
empat tahun lalu. Xavi benar-benar "tersedia" ketika tim yang ketika
itu Luis Aragones membutuhkan tenaganya. Xavi mencetak gol pembuka di
laga semi-final kontra Rusia sebelum akhirnya mengirim umpan brilian
kepada Fernando Torres yang mencetak gol penentu kemenangan di laga
puncak.
Tak mengherankan, jika pecinta sepakbola kembali menunggu magis Xavi di Polandia dan Ukraina.
Diantara
10 Pemain terbaik diatas,, kalau faforit aku ya PAOLO MALDINI karena
dia adalah pemain terbaik sepanjang Piala Euro.. dan penampilannya di
lapangan hijau sangat memukau,, luar BIASA!! :)